Perkuat Sektor Perikanan, Pemprov Sumsel Salurkan Sarpras untuk Nelayan dan Pembudidaya se-Sumsel

Pemprov Sumsel juga menyerahkan 14 unit mesin pencetak pakan dan 1 unit keramba jaring apung (KJA).
Sementara untuk mendukung aktivitas nelayan perairan umum daratan (PUD), pemerintah memberikan 64 unit mesin perahu berkapasitas 6,5 PK serta 12 unit mesin kapal berkapasitas 24 PK.
Tidak hanya pada sisi produksi, bantuan juga menyasar pengolahan dan pemasaran hasil perikanan. Sebanyak 20 unit coolbox dan 22 unit chest freezer disalurkan kepada pelaku pengolahan dan pemasaran ikan.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu menekan biaya produksi, menjaga kualitas hasil tangkapan maupun hasil budidaya, serta memperpanjang daya simpan produk perikanan sebelum dipasarkan.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumsel, H. Aries Irwan Wahyu, S.STPi., M.Si., mengatakan perhatian pemerintah daerah terhadap sektor perikanan mulai menunjukkan hasil yang membanggakan.
Ia menyebut produksi ikan patin Sumsel saat ini berada di posisi pertama secara nasional. Sementara produksi ikan lele berada di peringkat keempat dan nila menempati peringkat kesembilan nasional.
“Produksi ikan patin kita berada di peringkat 1 nasional, lele peringkat 4, dan nila peringkat 9. Capaian ini menjadi bukti nyata kontribusi besar sektor budidaya dan nelayan Sumsel terhadap ketahanan pangan nasional,” jelas Aries.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal penting bagi Sumsel untuk mengembangkan sektor perikanan secara lebih serius. Dukungan sarana dan prasarana diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Pemprov Sumsel pun mendorong agar potensi tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumsi lokal, tetapi berkembang menjadi komoditas unggulan yang memiliki daya saing di tingkat nasional.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.(YL)














