Dongeng Pala dan Cengkeh Warnai FDII Main Riang Roadshow 2025 di Palembang

Sejumlah pendongeng nasional dan lokal turut ambil bagian dalam festival ini, di antaranya Kak Aio, Kak BudiBaikBudi, Kak Hendra, Kak Andra, Kak Inug, Kak Tiwi, dan Kak Monik. Mereka membawakan cerita rakyat serta kisah sejarah rempah dengan bahasa yang ringan dan dekat dengan dunia anak-anak. Tak ketinggalan, Akifa, pendongeng cilik asal Palembang, tampil memeriahkan acara dan mendapat sambutan hangat dari para penonton.
Pendongeng asal Palembang, Kak Inug, menjelaskan bahwa tema rempah dipilih karena memiliki nilai sejarah dan identitas bangsa yang sangat kuat. Rempah-rempah seperti pala, cengkeh, dan lada bukan hanya komoditas dagang, tetapi juga bagian dari perjalanan panjang Nusantara yang pernah menghubungkan Indonesia dengan dunia internasional.
“Rempah adalah bagian penting dari sejarah Nusantara. Lewat dongeng, anak-anak bisa belajar sejarah dan nilai budaya tanpa merasa digurui,” jelasnya.
Selain sesi mendongeng, Festival Main Riang Roadshow 2025 juga menghadirkan workshop kreatif, pertunjukan seni, serta permainan keluarga interaktif. Seluruh aktivitas dirancang untuk menghargai proses belajar anak, menumbuhkan kepercayaan diri, serta mengasah kreativitas mereka melalui pengalaman langsung.
Menariknya, penonton yang telah mendaftar juga disuguhi pertunjukan Dulmuluk ramah anak dari Sanggar Harapan Jaya. Seniman Palembang Jonhar Saad dan Randi Puta Ramadhan membawakan kisah Dulmuluk bertema jejak rempah Nusantara, memperkaya nuansa lokal sekaligus memperkenalkan seni tradisi kepada generasi muda.
FDII sendiri merupakan agenda tahunan komunitas Ayo Dongeng Indonesia. Pada tahun 2025, tema “Kisah Rempah” dipilih sebagai upaya menelusuri kembali cerita rakyat dan sejarah rempah yang menjadi bagian penting dari identitas bangsa Indonesia.
Peserta kegiatan ini terdiri dari anak-anak TK dan sekolah dasar dari berbagai sekolah di Palembang. Panitia menargetkan 350 penonton, dan kuota tersebut telah terpenuhi sehingga pendaftaran ditutup satu minggu sebelum pelaksanaan acara.














